BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN KETIKA MEMBELI SENAPAN ANGIN

0
800

Seringkali orang membeli senapan angin yang diperhatikan hanyalah model popor dan juga warna larasnya, tetapi sebenarnya banyak sekali yang harus diteliti. Di artikel ini saya akan coba merangkum hal – hal yang perlu diperhatikan sebelum anda membeli senapan angin. Berikut diantaranya :


  • Tingkat Presisi Dari Laras.

Yang dimaksud dengan presisi disini adalah tingkat lurusnya, halusnya, seragam atau tidaknya rifling dan juga ragam atau variasi besar atau kecilnya diameter yang ada pada bagian dalam laras. Laras sniper yang terbuat dari bahan stainless steel 416 dapat dipakai hingga 4000 kali tembakan. Tetapi ada sebagian ahli yang menyebutkan apabila kecepatan peluru akan mencapai tingkat 90 persen bila dibandingkan dengan laras ketika tembakan yang ke 2000.

  • Ukuran Panjang Laras.

Pada laras yang ukurannya pendek akan membuat kecepatan balistic pada ujung laras jadi melambat dan akibatnya disaat jarak tertentu dari lintasannya maka putaran tidak cukup untuk pertahankan kestabilan dari peluru. Dan hal tersebut membuat akurasi tidak cocok pada jarak yang pendek. Untuk memilih panjang pendeknya laras yang tepat maka berbeda disesuaikan untuk keperluan atau tujuan yang akan kita lakukan dikarenakan ukuran laras yang pendek memiliki kelebihan juga yaitu mempermudah manuver ketika di lapangan.

  • Crown Laras.

Yang dimaksud dengan crown ini adalah proses menghaluskan sisi permukaan bagian depan atau pada bagian ujung laras dengan metode pembubutan miring secara simetris pada sumbu lubang dari laras. Pada proses crown apabila tidak simetris maka dapat merusak akurasi dari laras itu sendiri. Selain itu crown juga dibuat agar menghilangkan sisa beram yang masih melekat  hasil ketika proses pemotongan laras yang dilakukan di pabrik senapan angin. Selain dari itu crown juga dilakukan untuk melindungi bagian itu ketika ada benturan yang nantinya akan merusak bagian tersebut.

  • Rifling.

Yang dimaksud dengan rifling adalah tingkat putaran ulir di laras. Contohnya senjata yang mempunyai rifling 1 : 12. Maksudnya adalah perputaran peluru yang terjadi pada ulir sebanyak sekali putaran apabila peluru bergerak maju dengan jarak 12 inci. Pada tiap-tiap senjata mempunyai rifling yang beraneka macam dan untuk mendapatkan akurasi maka sniper harus terlebih dahulu mencocokkan berat dari anak peluru yang dipakai dengan rifling pada senjatanya.

  • Rigiditas Pada Laras.

Rigiditas dari laras adalah kekakuan pada laras. Ledakan yang terjadi ketika tembakan menghasilkan vibrasi di laras. Apabila vibrasi semakin besar maka ketepatan dari tembakan jadi semakin berkurang. Selain penggunaan heavy barrel, maka ringiditas atau kekakuan laras juga didapatkan dengan membuat laras yang terbuat dari bahan khusus misalnya chromemoly 4140 ataupun 416 stainless steel. Selain heavy barrel yang dapat membuat vibrasi dan muzzle jump berkurang dapat juga mendinginkan laras dengan lebih cepat. Dan dengan dinginnya laras maka deformasi jdi lebih kecil dan ketika ditembakkan secara terus-terusan membuat ketepatan tembakan tetap terjaga.

  • Bolt atau Grendel.

Manfaat dari grendel adalah sebagai penahan tekanan yang berasal dari belakang selongsong sehingga membuat anak peluru mampu bergerak ke depan dengan kekuatan penuh ketika ditembakkan. Grendel juga bermanfaat untuk tempat masuk dan keluarnya peluru dari dalam kamar peluru atau yang lebih dikenal dengan istilah chamber. Agar tembakan jadi lebih sempurna maka grendel benar-benar harus permanen yang artinya tidak boleh longgar dan juga ujungnya harus rata.

  • Free bore.

Free bore ini terletak di bagian dalam dari laras yang letaknya tepat di bagian depan chamber. Dari hasil penelitian membuktikan kalau semakin pendek leade maka grouping dari tembakan juga semakin bagus. Senjata yang telah ditembakkan sebanyak 4000 kali ke atas maka bagian yang lebih cepat aus adalah depan chamber.

  • Mounting.

Yang dimaksud dengan mounting adalah tempat dudukan dari teleskop yang terdapat pada senapan angin. Dan untuk kepentingan akurasi maka tidak dianjurkan memakai mounting yang modelnya pasang atau bongkar pasang. Model mounting yang bongkar pasang tidak sekokoh model fix mounting system atau yang lebih dikenal dengan model mounting permanen dan akan membuat bidikan kita jadi gampang berubah.

  • Head Space.

Head space adalah jarak yang ada antara permukaan bagian belakang selongsong hingga titik tempat kamar laras untuk menahan gerakan dari selongsong ke depan. Apabila head space kurang maka dapat menyebabkan kesulitan ketika menutup grendel. Dan apabila head space berlebihan maka akan membuat kedudukan dari peluru yang berada di dalam chamber jadi goyah ketika ditembakkan dan berakibat pada berkurangnya akurasi. Hal tersebut akan jadi lebih parah lagi apabila berlebihan yaitu selongsong peluru bisa saja pecah atau juga premier bisa lepas dari tempatnya sampai gas yangpanas dengan tekanan tinggiyang akan tersembur ke arah pengguna senapan angin.

  • Lock Time.

Jeda waktu yang ada antara ketika trigger melepaskan firing hingga memukul primer itulah yang dimaksud dengan lock time. Dengan semakin pendeknya jeda waktu maka tembakan yang dihasilkan jadi semakin bagus. Untuk keperluan amaliyat sniping dibutuhkan lock time yang kurang dari 0,002 detik. Ada banyak macam senjata yang mempunyai lock time berbeda. Misalnya senapan angin mauser 98 yang mempunyai lock time sekitar 0,004 detik berbeda dengan remington bdl dan juga winchester m70 yang memiliki lock time kurang dari 0,002 detik.

  • Bullet.

Peluru yang ujungnya terbuat dari bahan timah tidak bagus apabila dipakai untuk menembak dikarenakan ujung timah yang cenderung akan cacat ketika kita memasukkannya ke dalam chamber yang membuat concentrisitas anak peluru jadi berkurang. Agar kecepatan peluru tetap bertahan dan juga untuk mengurangi efek angin samping maka kita gunakan saja peluru jenis sharp point boat tail yang lebih berat. Apabila kita menggunakan peluru jenis ini makaturbulensi akan berkurang dan kecepatan jadi dapat dipertahankan supaya tetap tinggi. Selain itu kualitas peluru sniper juga berbeda dikarenakan anak peluru yang lebih seimbang jika dibandingkan dengan peluru yang biasa. Tetapi dari suatu penelitian dan diketahui bahwa walaupun syarat tersebut diatas terpenuhi tetapi tetap saja untuk mendapatkan hasil tembakan yang selalu konsisiten tetap tidak dapat ditentukan. Untuk itulah ketepatan buat senjata sniper maka dibuatlah tolerir hingga 1 MOA ( minute of angel) yang maksudnya adalah hasil tidak boleh melenceng lebih dari 1 inci pada jarak 100 yard.

  • Trigger.

Untuk ukuran berat dari trigger sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Hal tersebut berlaku juga pada sniper yang mempunyai kesukaan tersendiri. Tarikan pada trigger tidak boleh terlalu keras dikarenakan hasil tembakan akan rusak sebagai akibat adanya sentakan ketika trigger ditarik. Tarikan trigger biasanya disetel pada 3 pon.

  • Bobot Senapan angin.

Bobot senapan angin adalah berat keseluruhan dari senapan angin termasuk peluru yang ada di dalam magazin dan juga teleskop. Senapan angin yang terlalu berat bisa membuat recoil dan juga mizzle jump jadi berkurang. Oleh karena itu senapan angin dibuat jadi seberat 12 pon dikarenakan dapat meningkatkan akurasi dari senapan angin.

  • Rigiditas Action.

Rigiditas action maksudnya adalah kekakuan action.  Untuk melalukan penembakan superakurat maka dipakailah action yang khusus dengan ciri tidak adanya lubang masuk di peluru yang terletak di bawah receiver misalnya pada benchrest shooting. Dengan adanya action maka jadi lebih kuat yang membuat ketepatan jadi lebih terjamin.

  • Teleskop.

Teleskop adalah alat bantu optik untuk membidik yang terdiri dari lensa dan juga penunju pada sasaran. Kualitas teleskop yang bagus akan membuat perkenaan tembakan semakin tinggi pula. Pada jarak 500 yard maka sedikitnya dibutuhkan pembesaran sekitar 8 kali dari idealnya sampai 10 kali. Dapat juga ditambahkan pada bullet compensator yang dapat mengkoreksi tembakan yang sesuai dengan jatuhnya balistik.

  • Popor.

Model atau bentuk popor juga menentukan nyaman atau tidaknya penembak ketika menembak. Ada penembak yang memberikan tambahan bantalan khusus demi kenyamanan ketiak sedang membidik sasaran ketika posisi pipi yang menempel di popor. Laras senapan angin jangan sampai menyentuh popor yaitu letaknya harus menggantung. Laras yang menyentuh popor dapat mengganggu vibrasi tembakan laras jadi terganggu dan membuat akurasi jadi berkurang. Ada pula popor yang sekarang ini terbuat dari bahan fiberglass yang lebih kuat dan tidak akan menjadi kembang susut ataupun menyusut walaupun cuaca berubah-ubah atau cuaca yang tidak menentu.

Senapan Angin Gejluk Black Panther

Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan memilih senapan angin dan agar kita mendapatkan senapan angin yang benar-benar dapat kita gunakan dan juga memuaskan dalam menyalurkan hobi kita. Semoga bermanfaat. Salam satu laras.

Semoga dengan adanya artikel ini, anda tidak salah dan ragu lagi ketika akan membeli senapan angin yang anda butuhkan. Jika anda berminat untuk membeli senapan dengan laras yang TOP, maka saya rekomendasikan anda membelinya di Senapan123.com atau seller-seller resmi Senapan123. Karena senapan 123 hanya menjual senapan-senapan berkualitas. Happy Shopping.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here